June 23 2018 23:14:37
Navigation
Users Online
· Guests Online: 1

· Members Online: 0

· Total Members: 3
· Newest Member: badlisyah
Bedah Buku “RURAL EKOnomics, Menggerakkan Roda Ekonomi Desa”
Economic

Pada 30 November 2017, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo kembali meluncurkan buku mengenai percepatan pembangunan pedesaan. Kali ini, buku yang diluncurkan berjudul “RURAL EKOnomics, Menggerakkan Roda Ekonomi Desa”.

Buku ini merupakan buku ketiga yang diterbitkan oleh Biro Humas dan Kerjasama, Sekretariat Jenderal Kemendes PDTT. Buku pertama diterbitkan pada 2015 berjudul “Kebangkitan Desa” dan “Blusukan”. Kemudian pada 2016 lalu terbit “Menuju Desa Mandiri” dan “Jelajah Desa Nusantara”.

Dalam sambutannya, Menteri Eko mengatakan buku ini memuat tentang adanya optimisme besar terhadap perubahan wajah pembangunan desa. Aktivitas ekonomi desa akan berkembang, wirausaha muda desa akan bermunculan, dan produk unggulan desa mampu bersaing di pasar. Untuk menjawab tantangan dan harapan tersebut, Kemendes PDTT berupaya mendorong pengembangan Program Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) serta memunculkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi desa.

“Buat satu bisnis model yang bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan di desa itu harus focus, seluruh komponen bangsa dilibatkan, desa dikelola secara korporasi sehingga bisa mendapat nilai tambah di desa-desa. Terima kasih ide ini dituangkan dalam sebuah buku,” ujarnya.

Program pembangunan desa secara jangka panjang diharapkan dapat memunculkan  kemandirian desa. Sehingga harapan desa dapat secara mandiri berkembang dan menjadi salah satu pilar pembangunan utama dapat terwujud.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendes PDTT, Anwar Sanusi mengatakan buku ini merupakan rekam jejak dari pemikiran dan karya Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo.

Dalam pembangunan desa, Ia berangkat dari latar belakang bisnis model. Melihat fenomena desa ini, sifat ekonominya kecil, tidak ada integrasi vertical dan produksinya variatif. Desa kalau ingin berkembang harus punya bisnis proses yang benar. Akhirnya ia mengakomodir semua itu dengan konsep Prukades (Produk Unggulan Kawasan Perdesaan).

“Bapaknya Prukades itu ya Pak Eko. Buku ini kita berikan tajuk Rural EKOnomics, pembangunan ekonomi perdesaan ala Pak Eko,” katanya.

Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Komisi V DPR-RI Fary Djemi Francis, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Muhammad Dimyati, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan SDM Kementerian Ketenagakerjaan, Direktur BULOG, Managing Director Sinar Mas Gandi Sulistiyanto, Tokoh Nasional Haryono Suyono, Pakar Ekonomi Aviliani, perwakilan Perpustakaan Nasional, dan mitra pembangunan.

Launching dan Bedah Buku ini diselenggarakan di Kantor Kemendes PDTT di Kalibata dengan menghadirkan Pasar Jongkok yang melambangkan kegiatan ekonomi di desa. Pasar Jongkok akan diisi oleh UKM binaan dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) Yogyakarta yang mengisi stand pameran dengan kerajinan tangan, batik dan lurik, makanan olahan, hasil pertanian seperti salak, ubi, dan edamame, serta hidroponik dan tanaman vertikultur.  Selain itu, juga terdapat partisipan Pasar Jongkok yang datang dari Lumajang. Sebagai binaan Perpuseru, mereka memamerkan proyek pengembangan pemberdayaan masyarakat melalui buku. Perpustakaan tidak hanya menghadirkan aktivitas membaca, melainkan sekaligus mempraktikan apa yang ditulis di buku dengan kegiatan nyata.(Kemendesa)RURAL EKOnomics, Menggerakkan Roda Ekonomi Desa

Comments
No Comments have been Posted.
Post Comment
Name:

Validation Code:
Validation Code


Ratings
Rating is available to Members only.

Please login or register to vote.

No Ratings have been Posted.
Share on
Login
Username

Password



Not a member yet?
Click here to register.

Forgotten your password?
Request a new one here.
Render time: 0.02 seconds - 21 Queries 12,990 unique visits